search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Dokter Yudi: CSC Hadirkan Stem Cell Quantum Pertama di Asia

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 27 Oktober 2020 18:00
Wachyudi Muchsin. foto: istimewa
Wachyudi Muchsin. foto: istimewa

“Kemajuan pesat dalam layanan medis modern untuk akreditasi termasuk Terapi Hormon, Pemulihan Bioidentikal Hormon, Peptide Bioregulator, Stem Cell Closed Sytem and Stem Cell, Banking Cord Blood and Tissue; HLA Stem Cell Transplant, Stem Cell 3 D Printing Organs, Quantum Medicine; Medical Spa, Probiotics, Detoxification Therapy, Genomic & Amp; Nutri Genomic Therapy, Genetic Polymorphism Genetik, dan juga untuk instrumen dan peralatan rumah sakit, klinik/pusat di bidang Kedokteran Preventive, Regeneratif, dan Anti-Penuaan, dimana secara internasional diakreditasi WOCPM,” ujar Wachyudi Muchsin dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (27/10/2020).

Sementara, Presiden World Council of Preventive Medicine (WOCPM) dan Presiden Direktur Celltech Stem Cell Laboratory (CSC), Prof dr Deby Vinski MSc PhD, mengatakan, di CSC menghadirkan closed system ini, merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia dilengkapi dengan Quantum Stem Cell terbaru, bahkan Singapura pun belum memilikinya, sehingga ini pertama di Asia.

“Closed system ini pun memungkinkan jumlah stem cell ratusan juta untuk keberhasilan terapi yang lebih optimal serta sterilitasnya yang terjamin, karena semua dengan sistem terutup. Di samping adanya alat terbaru yang dapat menghitung dan memotret stemcell dari masing-masing pasien,” katanya.

Layanan di CSC sendiri mendapatkan kepercayaan Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 yang juga sekaligus penasehat WOCPM, HM Jusuf Kalla, seperti terlihat pada pertemuan beberapa waktu lalu

“Pertemuan tersebut beragendakan pemindahan tali pusat cucu Pak JK (Jusuf Kalla) yang berada di luar negeri ke Celltech Stem Cell Laboratory (CSC) tidak perlu ke luar negeri di Indonesia sudah ada,” beber Deby.

Deby, profesor pertama anti aging Indonesia ini, mengatakan, teknologi sel punca atau stem cell kini banyak digunakan tak hanya untuk kesehatan, tetapi juga kecantikan. Misalnya untuk menerapkan anti aging.

Dia mengembangkan stem cell dari lemak dan darah tubuh pasien itu sendiri. “Stem cell yang saya gunakan untuk berbagai penyakit degeneratif pasien seperti diabetes, stroke, dan estetika,” katanya.

Deby mengungkapkan, khasiatnya bervariasi, ada yang beberapa bulan. Diperbaiki hormonnya. Ada yang disuntikan.

Menurutnya, anti aging bersifat sangat individual (personal approach), sehingga tak bisa disamaratakan pada masing-masing pasien.

“Masing-masing pasien tak sama. Antiaging setiap pasien adalah istimewa, sehingga saat stem cell disuntikkan, stem cell punya homing. Dia akan pergi ke mana-mana. Stem cell tahu rumahnya di mana di dalam tubuh manusia, sehingga salah satunya bisa memperlambat gejala menopause dini,” tegasnya. (***)

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top