Dedi juga menjamin, dengan Touress, travel-travel agent bisa mendapatkan harga yang sangat competitive plus kualitas layanan yang prima karena touress mempunyai kontrak langsung dengan harga terbaik dengan ratusan travel supplier di Indonesia dan seluruh dunia, termasuk dengan hotel-hotel chain Indonesia dan international, seperti AccorHotels, Marriott Grup, IHG, Archipelago, dan Santika Grup.
Dedi pada kesempatan ini, menjelaskan destinasi-destinasi favorit domestik di Indonesia, seperti Bali dan Labuan Bajo yang saat ini sedang ‘happening’.
Dedi juga menunjukkan beberapa foto group-group travel agent yang dipercayakan ke Touress Global DMC, seperti grup ‘gowes’ dari salah satu travel agent besar di Bandung dengan jumlah peserta di atas 30 orang, dimana Touress menyediakan servis A-to-Z dari mulai maskapai penerbangan, hotel, tour di Bali, tour sepeda, pengamanan di Bali, transportasi sepeda peserta dari Bandung ke Bali, dan seluruh detail, sehingga travel agent bisa fokus ke customer, sementara Touress, sebagai ‘pabrik’, bisa fokus ke pelayanan.
Leisure Advisor Touress Global DMC Indonesia Timur, Rahmat Mustamin, menjelaskan tentang semua aspek yang terkait dengan kesiapan sektor perhotelan Turki untuk safe tourism.
Dia menyebutkan, semua fasilitas pariwisata termasuk hotel, bus, dan restoran harus mengikuti standar pariwisata aman yang ketat dari Pemerintah. Sertifikat dikeluarkan untuk fasilitas yang telah melewati daftar periksa pariwisata aman yang panjang, bahkan hingga 132 daftar periksa untuk hotel. Denda besar dan pencabutan izin dikenakan pada fasilitas yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah Turki.
Rahmat juga menjelaskan, betapa seriusnya pemerintah Turki dalam mendukung sektor pariwisata dengan memberikan ketenangan pikiran kepada semua pengunjung dengan tetap menjaga protokol kesehatan yang diterapkan.
“Sangat mudah untuk masuk ke Turki, dan mereka tidak membutuhkan pengunjung untuk melakukan tes Covid-19. Tetapi bagi mereka yang perlu menjalani tes semacam itu, Bandara Istanbul memiliki semua fasilitas tes untuk tes rapid dan swab/PCR di terminal kedatangan dan keberangkatan. Bagi WNI (Warga Negara Indonesia) yang ingin masuk ke Turki tetap membutuhkan visa turis dan hasil rapid test (sesuai persyaratan pemerintah Indonesia),” jelas Otonk, sapaan akrab Rahmat Mustamin.