Ustadz Muchtar selaku Ketua FUIB dan Sekretaris Ustadz Andi Hidayatullah Lukman, bersama tokoh Anti Korupsi Djusman AR, dan Panglima Laskar Tauhid Ustadz Abdul Rahman serta Ustadz Abdul Samad tampil sebagai orator, baik di Kantor Gubernur maupun dari atas mobil komando saat konvoi berkeliling kota Makassar.
Dalam orasi mereka, juga meminta pemerintah Prancis segera membuka masjid-masjid yang telah ditutup, serta menyampaikan kepada segenap umat Islam untuk makin meningkatkan semangat pengkajian Sirah Nabawiah atau kitab-kitab yang berkisah tentang Nabi Muhammad SAW.
“Kami juga menyerukan kepada semua pihak untuk tetap menjaga kerukunan antara umat beragama dan menghindari narasi dan perilaku provokatif yang dapat memicu dampak yang tak diinginkan. Apalagi, yang terkait dengan simbol agama, terutama secara khusus baginda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,” kata Orator.
Usai menggelar aksi konvoi, di depan Markaz Daerah Laskar Tauhid Indonesia, Jl Sungai Limboto, Kota Makassar, gabungan aktivis ormas Islam beramai-ramai menginjak-injak foto Presiden Prancis Emmanuel Macron, kemudian membakarnya bersama dengan sejumlah produk yang dianggap berbau Prancis.
“Atas tindakan pembakaran ini, kami yang bertanggung jawab di dunia dan di akhirat sebagai bentuk kemarahan dan permusuhan kami kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron,” kata Abdul Rahman, Panglima Laskar Tauhid Indonesia.
Rahman menyampaikan, Macron telah menabuh genderang perang kepada umat Islam dengan melakukan penghinaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad SAW. (***)