
PLUZ.ID, LUWU TIMUR – Polemik pengadaan seragam sekolah gratis di Kabupaten Luwu Timur (Lutim) yang berproses di Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu Timur kini memasuki tahap baru.
Perkara tersebut, kini telah naik ke tahap penyidikan.
“Iya, sudah naik penyidikan, tapi untuk proses apa (penetapan tersangka) hasilnya itu masih belum,” ujar Deri Fuad Rachman, Kasi Intel Kejari Luwu Timur, Senin (20/4/2026).
Mengenai saksi yang diperiksa sepanjang penyelidikan yang dilakukan pada Februari 2026 hingga naik ke tahap penyidikan per April 2026, Deri tidak menyebutkan secara detail.
Hanya saja, ia menegaskan, pihaknya telah bekerja secara maksimal dan terus mengusut perkara tersebut.
“Sudah ada beberapa. Tapi dalam proses penyidikan belum ada yang diperiksa,” bebernya.
Deri berjanji, ia akan segera menyampaikan ke publik jika ada perkembangan terkait kasus tersebut.
“Insya Allah, secepatnya kami berikan informasi terkait perkembangannya,” terang Deri.
Sempat Tertunda
Untuk diketahui, program unggulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur di sektor pendidikan ini, sebelumnya sempat menuai pertanyaan, karena penyalurannya mengalami keterlambatan.
Padahal, bantuan tersebut menyasar ribuan siswa mulai jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Dalam program ini, para siswa dijanjikan perlengkapan sekolah secara cuma-cuma berupa baju, celana atau rok, sepatu, topi, tas sekolah, hingga perlengkapan pendukung lainnya.
Pada tahun anggaran 2025, Pemkab Luwu Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyiapkan dana sebesar Rp8,7 miliar untuk program tersebut.
Anggaran itu diperuntukkan bagi 16.737 siswa dari tiga jenjang pendidikan.
Rinciannya, peserta didik PAUD sebanyak 5.502 siswa, SD 5.835 siswa, dan SMP 5.400 siswa.
Namun, hingga memasuki awal 2025, bantuan seragam itu belum diterima para siswa.
Dipertanyakan Orang Tua
Kondisi tersebut membuat sejumlah orang tua murid mempertanyakan keterlambatan penyaluran bantuan.
“Pada tahun-tahun sebelumnya, biasanya paling lambat Desember perlengkapan seragam bagi anak-anak kami sudah dibagikan,” kata Awaluddin, salah seorang perwakilan orang tua di Malili kepada wartawan, Februari 2026 lalu.
“Ini sudah hampir dua bulan memasuki tahun 2025, pakaian seragam tersebut belum ada sama sekali. Ada apa ya?,” tambahnya.
Keluhan serupa juga datang dari warga Kecamatan Towuti.
“Katanya sempat ingin disalurkan oleh masing-masing sekolah, namun entah kenapa dibatalkan. Di mana kendalanya kira-kira?,” keluh Fitriani.
Berdasarkan kabar yang ada di lapangan, sebagian bantuan disebut sempat dibagikan di beberapa sekolah di Kecamatan Wasuponda.
Namun, distribusi itu tidak berlangsung lama karena paket yang diterima dinilai belum lengkap.
“Ada beberapa sekolah di Wasuponda yang sempat membagikan pakaian seragam itu, namun konon karena belum lengkap, seperti belum ada sepatu dan tasnya, sehingga ditarik kembali,” ujar salah satu orang tua siswa di Wasuponda yang enggan dipublikasikan namanya.
Skema Awal Lewat Kartu Pintar
Dalam petunjuk teknis program, bantuan seragam gratis sejatinya dirancang terintegrasi melalui skema Kartu Pintar.
Masing-masing peserta didik disebut akan menerima dana berbeda sesuai jenjang pendidikan, yakni PAUD Rp400 ribu, SD Rp560 ribu, dan SMP Rp600 ribu.
Dana tersebut rencananya ditransfer ke rekening atau kartu masing-masing siswa agar dapat membeli sendiri perlengkapan sekolah.
Namun, skema itu tidak berjalan, karena kartu maupun rekening penerima belum tersedia saat program akan dilaksanakan.
Setelah sempat tertunda, bantuan akhirnya mulai disalurkan, Senin (30/3/2026).
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyerahkan langsung bantuan seragam sekolah kepada 16.253 siswa PAUD hingga SMP, termasuk sekolah swasta, di halaman Kantor Bupati usai apel pagi pertama pascalibur sekolah.
Dalam kegiatan itu, Irwan didampingi Ketua DPRD Luwu Timur Ober Datte, Wakil Ketua I DPRD Jihadin Peruge, Sekretaris Daerah (Sekda) Ramadhan Pirade, serta unsur Forkopimda lainnya.
Bantuan yang dibagikan meliputi seragam, dasi, topi, tas, kaus kaki, hingga sepatu.
“Penyaluran bantuan untuk anak-anak kita hari ini kami pastikan mencapai semua sekolah di Kabupaten Luwu Timur, tak terkecuali swasta, dan wajib rampung Rabu mendatang,” tegas Bupati Irwan, kala itu.
Sementara, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur, Darmawan, merinci total bantuan 16.253 pasang terdiri dari 5.315 pasang untuk PAUD, 5.739 pasang untuk SD, dan 5.199 pasang untuk SMP.
Meski mulai dibagikan, program ini masih menemui kendala teknis di lapangan.
Sejumlah paket bantuan dilaporkan tidak sesuai ukuran.
Bahkan, ditemukan siswa SMP yang bajunya tampak kekecilan dengan lengan yang kependekan saat dikenakan.
Terkait perubahan pola penyaluran dari skema Kartu Pintar menjadi pembagian barang, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Luwu Timur, Ramadhan Pirade, memberikan penjelasan.
Menurutnya, pihak bank tidak sanggup menyiapkan lebih dari 16 ribu kartu dalam waktu singkat.
“Pihak bank menyatakan tidak mampu mencetak lebih dari 16 ribu kartu pintar dalam waktu singkat. Makanya, kami memanfaatkan pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah],” jelasnya, Maret 2026 lalu. (***)