search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Vaksin Meningkatkan Imunitas Tubuh

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 15 November 2020 20:00
DIALOG. Juru Bicara Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro berdialog dengan Kepala Instalasi IGD dr Gia Pratama Putra dalam dialog produktif bertema 'Antara Pengobatan dan Pencegahan: Pilih Mana?'di Jakarta. foto: istimewa
DIALOG. Juru Bicara Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro berdialog dengan Kepala Instalasi IGD dr Gia Pratama Putra dalam dialog produktif bertema 'Antara Pengobatan dan Pencegahan: Pilih Mana?'di Jakarta. foto: istimewa

Fase ke dua, adalah saat pasien harus diisolasi sehingga tidak boleh bertemu dengan keluarga ataupun teman. Sebagai tenaga kesehatan, dokter harus terus berkunjung menyemangati para pasien dan berperan sebagai keluarga kedua pasien Covid-19.

Setelah itu memasuki fase ke tiga tedapat dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, adalah kesembuhan pasien. Sementara kemungkinan kedua adalah hasil yang tidak diinginkan yakni, meninggalnya pasien Covid-19.

Mengobati memang penting, namun mencegah lebih baik. Itulah yang dr Gia sering himbau kepada setiap orang, baik langsung kepada pasiennya atau melalui media sosial. Ia pun mengibaratkan pencegahan dengan sebuah rumus, Ri (risiko infeksi) = Jv (jumlah virus) dibagi i (imunitas tubuh).

“Jadi, cara kita menurunkan risiko infeksi adalah menurunkan jumlah virus. Caranya melakukan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) dan meningkatkan imunitas tubuh. Cara meningkatkan imunitas ini ada tiga, yang pertama memenuhi kebutuhan nutrisi yang cukup dan baik. Artinya sayur dan buah harus dikonsumsi setiap hari. Kedua, istirahat yang cukup. Penelitian terbaru mengatakan, manusia itu idealnya tidur 6-7 jam, tidur sebelum jam 11 malam dan bangun sebelum jam 5 pagi, itu yang paling baik. Terakhir, olahraga rutin. Ini banyak yang tidak dilakukan di saat kita bekerja dari rumah. Padahal ada banyak olahraga yang bisa dilakukan di dalam rumah,” terangnyam

Masyarakat juga diimbau untuk melakukan deteksi dini gejala penyakit Covid-19. Upaya ini sangat membantu meringankan gejala Covid-19 agar tidak semakin berat nantinya.

“Saya ingin teman-teman atau masyarakat semua datang ke rumah sakit, justru ketika kondisinya belum parah. Kalau masih fase-fase awal, dahak belum kental, itu pakai obat pengencer dahak saja tidak akan menyumbat paru-paru. Jadinya tidak akan menyebabkan pneumonia parah. Selain itu sekarang tes swab juga sudah semakin cepat, dalam sehari dua hari sudah bisa diterima hasilnya. Harganya juga semakin terjangkau,” jelasnya.

dr Gia mengatakan, masyarakat sebaiknya tidak takut untuk memeriksakan diri demi mendapatkan perawatan dan pengobatan yang optimal. Karena obat-obatan yang tersedia di fasilitas kesehatan, sudah sangat lengkap dan membantu.

Upaya penanganan Covid-19 ini juga diikuti dengan rencana pemerintah untuk mengadakan vaksin Covid-19. Rencana ini juga memberikan optimisme bagi masyarakat.

“Vaksin Covid-19 adalah salah satu puzzle penting untuk meningkatkan imunitas tubuh kita. Secara spesifik, vaksin khusus untuk melindungi diri kita dari virus Covid-19, selain tiga hal yang saya sebutkan sebelumnya. Dengan vaksin kita akan lebih siap lagi menghadapi virus yang masuk,” jelasnya.

Masyarakat harus menyadari bahwa virus Covid-19 ini nyata adanya. Dengan menjalankan protokol kesehatan 3M dengan disiplin akan efektif mencegah penularan virus Covid-19.

“Wajib mencegah dan melindungi diri dari penyakit. Karena yang namanya mencegah jauh lebih mudah, lebih murah, lebih berfaedah daripada mengobati,” tutup dr Reisa Broto Asmoro. (***)

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top