search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Brimob Sulsel Evakuasi Korban Longsor Akibat Gempa Sulbar

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 17 Januari 2021 18:00
EVAKUASI. Personel Satbrimob Polda Sulsel berupaya mengevakuasi material longsor untuk penyelamatan warga yang terjebak longsor di Desa Mekatta, Kecamatan Malunda, Minggu (17/1/2021). foto: istimewa
EVAKUASI. Personel Satbrimob Polda Sulsel berupaya mengevakuasi material longsor untuk penyelamatan warga yang terjebak longsor di Desa Mekatta, Kecamatan Malunda, Minggu (17/1/2021). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAJENE – Hari kedua misi kemanusiaan Satbrimob Polda Sulsel dalam membantu korban gempa di Kabupaten Majene, Provinsi Sulbar terfokus pada misi penyelamatan warga yang terjebak longsor di Desa Mekatta, Kecamatan Malunda, Minggu (17/1/2021).

Sedikitnya terdapat sembilan warga yang menjadi korban tanah longsor di Desa Mekatta, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulbar yang terjadi akibat goncangan gempa berkekuatan magnitudo 6,2. Delapan orang diantaranya selamat dan satu Kepala Keluarga (KK) warga bernama Kallo diperkirakan masih tertimbun longsor. Tercatat ada 44 KK yang mendiami desa tersebut dan saat ini 75 orang telah mengungsi ke Desa Rui, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene Sulbar.

Pagi tadi sekitar pukul 08.00 WITA, tim penyelamat gabungan yang dipimpin Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Anis PS bersama dengan Kapolres Majene AKBP Ardi S, Danyon Penugasan Satbrimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan, dan Danramil Malunda Kapten Inf Yulius M Bantau bertolak menuju ke lokasi longsor untuk mengevakuasi korban selamat dan mencari satu KK yang terdiri dari bapak, ibu, dan satu orang anak yang masih tertimbun longsor.

Dalam proses evakuasi ini, jalan yang dilalui cukup berat dan terjal dan menyeberangi sungai karena akses jalan tertimbun longsor. Tampak Komandan Batalyon Penugasan (Danyon Gas) Kompol Nur Ichsan bersama anggota bahu-membahu membantu warga yang mengungsi dengan memikul barang korban longsor untuk di evakuasi ke tenda pengungsian.

Sementara, tim penyelamat lain yang terdiri dari personel Satbrimob Polda Sulsel, Satbrimob Polda Sulbar, Polres Majene, K9 Polda Sulsel, personel TNI, Basarnas Makassar, PMI, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Majene tampak berupaya keras menyisir area longsor untuk menemukan korban yang masih tertimbun material longsor.

“Sebagai wujud dari bakti Brimob untuk masyarakat, kami berupaya membantu korban gempa Majene, Sulbar. Saat ini kami fokus membantu mengevakuasi korban selamat beserta barang korban yang masih bisa dimanfaatkan untuk keperluan selama berada di tenda pengungsian karena hingga saat ini akses jalan menuju Desa Mekatta, Kecamatan Malunda ini, masih terisolir,” ungkap Kompol Nur Ichsan kepada awak media saat membawa pakaian korban longsor ke tempat pengungsian.

Sementara, Dansat Brimob Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Anis PS, mengatakan, sebagai wujud bhakti Brimob untuk Indonesia pihaknya telah berupaya melakukan pencarian korban yang masih tertimbun material longsor, namun terkendala tidak adanya alat berat di lokasi kejadian.

“Jadi korban yang selamat saat ini telah mengungsi ke desa tetangga yang lebih aman dan satu KK warga yang tertimbun material longsor sedang kami lakukan proses pencariannya,” ujar Dansat Brimob Polda Sulsel.

“Untuk memaksimalkan pencarian korban longsor sendiri, kami juga dibantu anjing pelacak dari Satuan K9 Polda Sulsel untuk menemukan posisi korban,” tambahnya.

Dansat Brimob Polda Sulsel juga menyampaikan, saat ini pihaknya terkendala dengan tidak tersedianya alat berat dimana materi longsor terdiri dari bongkahan batu besar dan batang pohon serta kondisi tanah yang masih labil, sehingga sangat mungkin terjadi longsor susulan yang bisa membahayakan tim SAR.

“Makanya untuk sementara pencarian korban terpaksa kami tunda sambil menunggu bantuan alat berat,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa gempa dengan kekuatan magnitudo 6.2 yang terjadi di Kabupaten Majene dan Mamuju, Sulbar telah merusakkan sebagai besar bangunan dan membuat masyarakat harus diungsikan ke tempat yang lebih aman. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top