search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar, Samsat Imbau Warga Lapor Kendaraan yang Sudah Dijual

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 30 Maret 2021 12:00
Adhita Sandhya Dharma. foto: istimewa
Adhita Sandhya Dharma. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Aksi bom bunuh diri menggunakan sepeda motor di pintu gerbang Gereja Katedral Makassar, Minggu (29/3/2021) lalu, mengingatkan akan pentingnya melapor kendaraan yang telah dijual ke Samsat.

Dua pelaku pengeboman yang merupakan pria dan wanita menggunakan sepeda motor matic bernomor polisi DD 5984 MD saat menjalankan aksinya.

Sepeda motor tersebut diketahui merupakan kendaraan atas nama Hasniawati yang beralamat di Pampang, Kecamatan Panakkukang, Makassar.

Ternyata motor matic milik Hasniawati itu, pernah ditarik debt collector pada 2015 silam, sehingga kendaraan itu bukan lagi milik Hasniawati.

Kabid Teknologi Sistem Informasi (TSI) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulsel, Adhita Sandhya Dharma, mengingatkan agar wajib pajak di Sulsel segera ke Samsat melaporkan kendaraan yang tidak lagi menjadi milikinya.

Hal ini penting untuk mencegah adanya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti bomber bom Makassar yang menggunakan sepeda motor atas nama orang lain.

“Caranya sangat mudah, cukup datang ke Samsat asal kendaraan dengan membawa KTP (Kartu Tanda Penduduk) elektronik asli dan mengisi formulir yang telah ada lalu membubuhi tanda tangan di atas materai. Selanjutnya petugas akan memblokir kendaraan tersebut dan memberi tanda kendaraan tersebut telah berpindah tangan,” kata Didit, sapaannya.

Didit menjelaskan, proses blokir jual kendaraan tidak membutuhkan waktu yang lama hanya sekitar lima menit, namun pemilik tidak bisa diwakili saat melapor agar bisa bertemu dan menjawab pertanyaan petugas. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top