search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pemprov Bersama Kemenkes Godok RS Pusat Otak Nasional Senilai Rp900 Miliar

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 04 Juni 2021 20:00
PERTEMUAN. Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bertemu dengan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Prof dr Abdul Kadir di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (4/6/2021). foto: humas pemprov sulsel
PERTEMUAN. Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bertemu dengan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Prof dr Abdul Kadir di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (4/6/2021). foto: humas pemprov sulsel

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman kembali membahas rencana pembangunan Rumah Sakit (RS) Pusat Otak Nasional di Sulsel bersama Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan (Yankes) Kementerian Kesehatan RI Prof dr Abdul Kadir di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (4/6/2021).

Pertemuan ini pun menjadi pembahasan lebih lanjut, dimana ini menjadi kunjungan kedua rombongan Kemenkes untuk melakukan survei beberapa titik lokasi rencana pembangunan. Bahkan, keduanya pun sempat bertemu pada 17 April lalu.

“Rencana pembangunan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional ini, merupakan kerja sama antara Kementerian Kesehatan RI dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel. Anggarannya sekitar Rp900 miliar dari APBN,” ungkap Andi Sudirman.

Menurutnya, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional ini, bukan hanya menangani otak, namun juga bisa menjadi pusat penanganan jantung, stroke, kanker, dan lainnya.

“Untuk rencana proses pengerjaan fisik diperkirakan pada tahun 2022. Saat ini, masih melakukan survei lokasi di beberapa lahan aset milik pemprov,” ujarnya.

Andi Sudirman pun mengusulkan agar penamaan rumah sakit ini bisa menjadi rumah sehat.

“Kita usul agar nomenklatur sedianya bisa diubah nama menjadi rumah sehat, sehingga masyarakat ke Rumah Sehat bukan karena sakit tapi lebih banyak karena sifatnya preventif. Kita ingin menggagas rumah sehat, meski ada penanganan melalui recovery (pemulihan), namun kita lebih perkuat bagaimana pencegahan,” jelasnya.

Oleh karena itu, untuk mendukung hal itu nantinya akan dibantu melalui Puskesmas.

“Seperti namanya sebagai pusat kesehatan masyarakat, bisa menjadi promotor kesehatan. Sehingga saling menguatkan dengan Puskesmas di seluruh Sulsel, sebagai garda terdepan promotor kesehatan,” jelasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top