search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Apa yang Kita Unggah Akan Menjadi Konsumsi Publik

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 10 November 2021 23:45
Ilustrasi. foto: istimewa
Ilustrasi. foto: istimewa

Literasi Digital Sulawesi 2021

PLUZ.ID, BONE – Rangkaian Program Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi, yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual di Bone, Sulsel, Rabu (10/11/2021).

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Kegiatan dengan tema ‘Rebut Peluang di Dunia Digital’ ini, diikuti 627 peserta dari berbagai kalangan.

Acara hari ini dipandu Andi Angio selaku moderator serta menghadirkan empat narasumber, diantaranya Jurnalis dan Entrepreneur Andi Hajramurni, Dosen dan Kreator Konten Qudratullah, Peneliti dan Pegiat Literasi Budaya dan Sosial, Badruzzaman, serta Trainer dan Digital Marketing Communication Diaz Yasin Apriadi.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Berikutnya, sesi pemaparan materi dimulai dengan narasumber pertama, yaitu Andi Hajramurni yang membawakan tema ‘Peluang dan Tantangan dalam Keterampilan Digital’.

Andi mengatakan, salah satu manfaat keterampilan digital adalah menambah penguasaan kosakata dan verbal dari berbagai informasi yang dibaca. Terus mengasah keterampilan digital akan mendatangkan banyak peluang pekerjaan dan bisnis.

“Begitu pula dengan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Mereka juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan usahanya dan tentu saja hal ini perlu literasi digital,” imbuhnya.

Qudratullah selaku pemateri kedua membawakan tema ‘Jarimu Harimaumu!’.

Ia berpesan, walaupun bebas menyampaikan aspirasi di media sosial, namun ada batasan yang harus ditaati. Batasan itu tidak hanya Undang-Undang, namun juga batasan moral dan nilai-nilai yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari.

“Adapun konsekuensi dari kesalahan di media sosial, misalnya terkena UU ITE dan pencemaran nama baik, kehilangan privasi diri, mengganggu kesehatan mental, dan risiko menjadi korban kejahatan dunia maya,” terang Qudratullah.

Materi ketiga yang bertema ‘Memahami Multikulturalisme dalam Ruang Digital’ disampaikan Badruzzaman.

Menurutnya, multikultural merupakan budaya suatu bangsa yang terdiri atas beragam sistem kepercayaan, kemasyarakatan, pengetahuan, komunikasi, dan lain sebagainya.

“Memahami multikultural bisa mencegah munculnya potensi yang tidak diinginkan, seperti intoleransi atau konflik,” katanya.

Pemateri terakhir pada hari ini adalah Diaz Yasin Apriadi dengan tema ‘Dunia Maya dan Rekam Jejak Digital’.

Diaz mengungkapkan, rekam jejak era konvensional dengan era digital berbeda. Pada era konvensional, komunikasi hanya terjadi dalam suatu komunitas dengan jumlah tertentu. Sedangkan pada era digital, komunitas lebih luas, sehingga apa yang kita sampaikan akan menjadi konsumsi publik dan berdampak lebih besar.

“Salah satu tips menjaga jejak digital agar tetap bersih adalah bijak sebelum mengunggah sesuatu di dunia maya,” pesannya.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Para peserta terlihat antusias mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Dalam kesempatan tersebut, panitia memberikan apresiasi berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 kepada sepuluh penanya terpilih.

Salah satu peserta, Firji, bertanya mengenai bagaimana cara menciptakan keamanan dan toleransi di media sosial karena media sosial seringkali digunakan untuk menjatuhkan pihak lain yang tidak sepaham.

Badruzzaman menjelaskan, kita patut menghargai orang lain agar tidak terjadi perselisihan di media sosial.

Program Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top