search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Hari Pahlawan, Wawali Minta Meneladani Perjuangan Rakyat

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 11 November 2021 13:00
PIMPIN UPACARA. Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi, bertindak selaku inspektur upacara Hari Pahlawan 10 November di Halaman Kantor Balai Kota Makassar, Rabu  (10/11/2021). foto: istimewa
PIMPIN UPACARA. Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi, bertindak selaku inspektur upacara Hari Pahlawan 10 November di Halaman Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (10/11/2021). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menggelar upacara Hari Pahlawan 10 November di Halaman Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (10/11/2021).

Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi, bertindak selaku inspektur upacara yang dihadiri Sekretaris Daerah Kota Makassar, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Makassar, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), berserta Camat se Kota Makassar.

Dalam sambutan seragam menteri sosial Republik Indonesia, Fatmawati Rusdi, mengajak masyarakat untuk meneladani perjuangan rakyat, merebut Kota Surabaya dari tangan penjajah.

“Perjuangan rakyat Surabaya, patut kita contoh, karena dengan satu tekad gigih berjuang dan pantang menyerah tanpa mengenal perbedaan serta tidak pernah peduli keterbatasan ataupun halangan para pejuang kita dengan gagah berani walaupun dengan persenjataan seadanya, mengusir penjajah,” ucapnya

Sesuai dengan tema Hari Pahlawan tahun ini, ‘Pahlawanku Inspirasiku’, Fatma meminta di masa sekarang ini, untuk menginspirasi semangat tekad dan keyakinan mengalahkan musuh bersama, yakni kemiskinan dan kebodohan.

“Masyarakat Indonesia punya potensi besar dalam mengalahkan kemiskinan dan kebodohan, karena Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan letak geografis yang sangat strategis, sehingga hanya perlu mengelolanya dengan kerja keras, inovasi kreativitas tinggi serta kewirausahaan yang pantang menyerah,” tuturnya.

Wakil Wali Kota (Wawali) Makassar ini, mengatakan, memasuki bonus demografi, yaitu periode dimana angka dependency rasio mencapai angka minimal, akan terdapat banyak tenaga kerja produktif untuk melawan kemiskinan dan kebodohan, di sisi lain juga terdapat kecenderungan berkurangnya lapangan kerja.

“Dengan semangat wirausaha yang sesungguhnya, pasti kita bisa dan ini patut menjadi cambuk untuk meneguhkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” terangnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top