search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Tari Budaya Kajang Memukau di Makassar F8

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 13 September 2022 15:01
PEMENTASAN. Sanggar Seni to Riolo Kajang menampilkan tari kolosal Topi Le'leng dan Pabbitte Passapu pada even Makassar International Eight Festival and Forum (Makassar F8) di Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar, Minggu (11/9/2022). foto: istimewa
PEMENTASAN. Sanggar Seni to Riolo Kajang menampilkan tari kolosal Topi Le'leng dan Pabbitte Passapu pada even Makassar International Eight Festival and Forum (Makassar F8) di Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar, Minggu (11/9/2022). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Sanggar Seni to Riolo Kajang menampilkan tari kolosal Topi Le’leng dan Pabbitte Passapu pada even Makassar International Eight Festival and Forum (Makassar F8) di Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar, Minggu (11/9/2022).

Dengan penampilan yang memukau, sanggar seni binaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bulukumba ini, pun diganjar apresiasi.

“Bagus banget koreografi dan anak-anak menguasai panggung,” puji Mohammad Ramdhan Pomanto, Wali Kota Makassar.

Tak hanya itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Herfida Attas, ikut menyampaikan apresiasi.

Istri dari Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf ini, mengakui, tarian Topi Le’leng dan Pabbitte Passapu mencerminkan budaya Kajang yang sangat natural.

Menurutnya, pakaian dan penampilan sanggar seni to riolo sangat menonjol tradisional, koreografinya hebat dengan membuat tarian kolosal yang menyatukan dua tarian.

“Penguasaan panggung luar biasa dengan latihan (gladi resik) hanya satu kali dengan waktu yang singkat. Apresiasi dan keren,” kata Ketua Dekranasda Bulukumba ini.

Sementara, Kepala Disdikbud Kabupaten Bulukumba, Andi Buyung Saputra, menjelaskan, Sanggar Seni to Riolo adalah sanggar seni yang sudah lama berdiri di Kecamatan Kajang.

Sanggar seni ini, kata mantan Camat Kajang ini, bisa tampil di Makassar F8 berkat komunikasi antara Disdikbud Bulukumba dengan Disbud Kota Makassar.

“Sanggar ini, memang sering mengisi kegiatan tingkat kabupaten hingga nasional dengan pengembangan koreo dari tari tradisional ke kontemporer. Di dalam seni ini, selain ada unsur tarian, juga ada drama,” katanya.

Buyung menerangkan, salah tujuannya tampil di Makassar F8 adalah untuk memperkenalkan kebudayaan Kajang yang di dalamnya juga ada seni tari.

“Jadi nantinya Kajang dikenal bukan hanya budaya dan ritualnya, namun juga seni tarinya,” jelas Buyung.

Pimpinan Sanggar Seni to Riolo, Wahid, menyampaikan terima kasih mendalam kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba, telah diberi ruang untuk tampil pada pesta rakyat terbesar di Kota Anging Mammiri.

Ia mengaku persiapan untuk tampil di Makassar F8 tergolong singkat, hanya membutuhkan waktu sekitar sepekan untuk latihan.

“Jadi latihannya ada dua tempat, ada di Kajang dan di Makassar. Anak-anak binaan kita kan, bukan hanya di Kajang, tapi juga mahasiswa Makassar asal Kajang,” jelasnya.

Sebelumnya di even Makassar F8 ini, tiga kapal Pinisi asal Bulukumba diundang ikut berpartisipasi selama kegiatan berlangsung. Bahkan, di acara penutupan Makassar F8 diadakan pelepasan kapal Pinisi untuk berlayar kembali ke Bulukumba. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top