search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Bapak Asuh Berhasil Turunkan Angka Keluarga Berisiko Stunting

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 26 Januari 2023 10:00
BERBAGI. Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, memberikan bingkisan kepada salah seorang orang tua di sela-sela melaunching 'Gempur Stunting' atau Gerakan Masyarakat untuk Penanganan Urusan Stunting di halaman Kantor Camat Gantarang, Kabupaten Bulukumba, beberapa waktu lalu. foto: istimewa
BERBAGI. Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, memberikan bingkisan kepada salah seorang orang tua di sela-sela melaunching 'Gempur Stunting' atau Gerakan Masyarakat untuk Penanganan Urusan Stunting di halaman Kantor Camat Gantarang, Kabupaten Bulukumba, beberapa waktu lalu. foto: istimewa

PLUZ.ID, BULUKUMBA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba berhasil menurunkan jumlah angka keluarga berisiko stunting. Dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, Bulukumba adalah salah satu kabupaten yang mampu menekan laju keluarga berisiko stunting.

Hal itu diungkap Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), dr Wahyuni AS, Rabu (25/1/2023).

“Alhamdulillah, berkat arahan Bupati, Andi Utta (Andi Muchtar Ali Yusuf)kepada kami seluruh Tim Percepatan Penurunan Stunting dan Jajaran DPPKBP3A Bulukumba berhasil menekan keluarga berisiko stunting” ujar Wahyuni.

Dikatakan, data capaian tersebut terungkap pada kegiatan temu kerja stakeholder dan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak oleh BKKBN Sulsel di Makassar

“Kabupaten Bulukumba terendah dengan capaian 16,14 persen dari 24 kabupaten/kota,” terang dr Wahyuni.

Ditambahkan, berdasarkan data SSGI dari angka 30,08 persen 2021, dan capaian Kabupaten Bulukumba menjadi 28,04 persen di 2022.

“Data SSGI menunjukkan Kabupaten Bulukumba mencapai angka 30.08 persen keluarga berisiko stunting. Kami terus berupaya dari berbagai program, sehingga berhasil menurunkan duadigit menjadi 28,04 persen, oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), yang diketuai Pak Wabup dan saya sendiri sebagai sekretaris tim,” katanya.

Wahyuni mengatakan, berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGM) balita stunting mengalami penurunan.

Selain terjadi penurunan keluarga berisiko stunting, BKKBN Sulsel juga mencatat terjadi penurunan balita stunting di Kabupaten bulukumba.

“Tahun 2021 tercatat 8 persen, sementara tahun 2022 menurut pihak BKKBN Sulsel, kami berhasil menurunkan balita stunting di Kabupaten Bulukumba menjadi 6,72 persen,” beber alumni Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin ini.

Sukses Kabupaten Bulukumba menurunkan angka keluarga dan balita berisiko stunting atas kerja sama Pemkab Bulukumba dengan Bapak Asuh Stunting dari 33 pelaku usaha, baik perorangan, perusahaan, dan dunia perbankan yang ada di Bulukumba.

“Sukses terjadi penurunan keluarga dan balita berisiko stunting ini, atas arahan Bapak Bupati untuk bekerja sama dengan 33 pelaku usaha yang ada di Bulukumba, baik itu perorangan, perusahaan, dan dunia perbankan yang ada di Bulukumba. Kita istilah kan dengan sebutan, ‘Bapak Asuh Stunting’ seperti itu,” jelas Wahyuni. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top