search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

GPM di Bone, Pj Gubernur Sulsel Pastikan Stok Beras Aman hingga Juni 2024

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 01 Maret 2024 10:00
GPM. Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, menyaksikan langsung Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlangsung di Pasar Pagi, Watampone, Kabupaten Bone, Sulsel, Jumat (1/3/2024) pagi. foto: istimewa
GPM. Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, menyaksikan langsung Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlangsung di Pasar Pagi, Watampone, Kabupaten Bone, Sulsel, Jumat (1/3/2024) pagi. foto: istimewa

PLUZ.ID, BONE – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone terus melakukan upaya agar harga beras di pasaran dapat terkendali.

Seperti yang terlihat, Jumat (1/3/2024) pagi, Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, menyaksikan langsung Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlangsung di Pasar Pagi, Watampone, Kabupaten Bone, Sulsel.

Gerakan Pasar Murah ini diserbu masyarakat Bone. Hal ini tak disia-22siakan Bahtiar untuk mendengarkan keluhan dan curhatan masyarakat.

“Antusias, ini kapan lagi, apalagi beras sekarang meningkat harganya. Semoga ke depan harga stabil, ini juga mau Ramadan,” kata Mega, seorang warga saat melihat Pj Bahtiar menemui mereka.

“Senang ada pasar murah ini, bagus beras terjangkau masyarakat. Sangat membantu apalagi macam saya yang single parent, terima kasih,” sebut warga lainnya, Murni.

Kepada masyarakat Pj Gubernur Sulsel menyampaikan, kerja terpadu dilakukan dalam pengendalian inflasi di Sulsel.

Ia juga memastikan, stok beras di Sulsel sangat aman hingga bulan Juni. Kenaikan harga, karena ada kendala stok secara nasional.

“Alhamdulillah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah di Sulawesi Selatan selama ini kita bagus, jadi memang kerja keras kita bagaimana menahan laju inflasi, karena kenyataannya memang ada kendala stok beras secara nasional. Sebenarnya stok beras kita di Sulsel sampai Juni aman,” jelas Bahtiar.

Ia menjelaskan, upaya selanjutnya yang yang dilakukan adalah bagaimana beras yang ada di gudang Bulog diturunkan di masyarakat, agar kenaikan harga tidak melambung tinggi. Dimana kenaikan terjadi saat ini Rp3.000 per Kilogram (Kg). Walau saat ini belum panen raya, namun untuk Sulsel stok beras di gudang Bulog cukup banyak.

“Saya meminta di Sulawesi Selatan, Tim Inflasi Daerah bersama TNI/Polri Minggu ini, akan kita distribusikan beras di pasar-pasar di seluruh Sulsel secara serentak terus menerus. Kita pastikan stok beras cukup,” ujarnya.

Bahtiar menegaskan, distribusinya harus dipastikan ada di pasar-pasar. Kendala yang ada di daerah adalah jarak antara pasar terutama daerah yang jauh dan terpencil.

“Jadi kita harus mobile, stok berasnya dibawa ke sana, harus lebih banyak lagi kios-kios yang kerja sama dengan Bulog, itu yang harus ditambah juga outlet-outletnya. Saya kira itu solusinya, supaya tidak menjadi kendala, karena beras ada,” jelasnya.

Sedangkan, Asisten I Kabupaten Bone, Anwar, berharap ini dapat membantu daya beli masyarakat. Pemkab Bone senantiasa melaksanakan kegiatan ini.

“Kita melibatkan beberapa OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait contohnya perdagangan dan perindustrian, peternakan dan perikanan. Ada delapan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) teknis, demikian juga distributor dan Bulog,” jelasnya.

Pada kegiatan ini, Bulog menyiapkan 2 ton beras SPHP harga Rp52.000 per 5 kg. Harga Minyakita Rp14.000 per liter, dan minyak Rizki Rp16.000 per liter.

Harga kebutuhan lainnya dari distributor yang dilibatkan telur itik Rp80.000 per rak, ayam potong Rp50.000 per ekor per 2,1 kg, dan sayur terong Rp5.000 per kantong dengan 8-9 biji buah. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top