search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Relawan Andi Utta Tepis Tudingan Kubu TSY

doelbeckz - Pluz.id Senin, 15 Juli 2024 16:45
Andi Ichwan Amkas. foto: istimewa
Andi Ichwan Amkas. foto: istimewa

PLUZ.ID, BULUKUMBA – Pernyataan kubu Tomy Satria Yulianto (TSY) dan bahkan TSY sendiri terkait kondisi Kabupaten Bulukumba yang memprihatinkan ditanggapi relawan Andi Muchtar Ali Yusuf, Andi Ichwan Amkas.

Sebelumnya, salah satu warga, Asikin, menyatakan, kondisi ekonomi Bulukumba saat ini sangat memprihatinkan dengan banyaknya ketimpangan yang terjadi.

“Dari kurang lebih 900 pekerja konstruksi di Bulukumba saat ini, semuanya menganggur. Pemerintah lebih memilih mempekerjakan orang luar Bulukumba, ini sungguh tidak pro rakyat,” tegas Asikin.

Menurutnya, Bulukumba butuh pemimpin yang peka terhadap kesenjangan masyarakatnya, yang mau dikritik dan menerima pandangan rakyat.

“Cukup satu kali saja. Kami tidak mau menderita dua kali,” ujarnya dengan tegas.

Atas pernyataan itu, Ichwan Amkas menanggapi, memang kebijakan bupati terhadap pelaksanaan proyek di Bulukumba membuat banyak kontraktor lokal terusik dari zona nyamannya yang selama ini mengerjakan proyek-proyek infrastruktur.

Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, menginginkan setiap proyek harus prioritas, tuntas dan berkualitas, sehingga mereka yang merasa terusik ini sebenarnya adalah pihak yang tidak bisa memenuhi harapan itu atau bisa dikatakan tidak mampu bersaing.

“Info yang saya terima, kontraktor yang memiliki track record pekerjaan buruk tidak lagi dipakai,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, yang pro rakyat itu, jika pekerjaan berkualitas dan memiliki manfaat. Kalau hanya dikerja lalu tidak digunakan dan bahkan terbengkalai itu namanya tidak pro rakyat, atau hanya membuang buang anggaran.

Banyak contoh proyek yang terbengkalai sebelumnya, seperti tempat kuliner samping Lapangan Tenis Tanete, dan beberapa proyek embung.

“Pak Bupati juga punya kebijakan pada proyek irigasi dengan sistem pracetak, sehingga ini berimbas pada banyaknya kontraktor yang tidak memenuhi kualifikasi. Sistem irigasi pracetak ini memberikan jaminan kualitas yang lebih baik dibanding penggunaan batu pasir dan semen,” katanya.

“Bagi rakyat, pilih mana, bangunan irigasi yang berkualitas atau hanya untuk keuntungan pihak tertentu,” tambahnya.

Dalam membangun, Andi Utta, sapaan akrab bupati, memiliki visi jangka panjang, bukan dampaknya hanya dirasakan saat menjabat di periodenya, tapi diharapkan infrastruktur tersebut dirasakan puluhan tahun.

Warga lain, Arif, mengungkapkan, bupati seharusnya lebih dekat dengan rakyat dan mendengarkan kegelisahan mereka.

“Kami tidak suka Bupati saat dikritik, malah masuk ke WC merokok atau kabur. Atau bahkan mengancam,” terangnya.

Menurut Ichwan Amkas, pernyataan Arif yang mengatakan, bupati saat dikritik masuk WC dan kabur itu adalah sesuatu yang mengada-ngada. Sebaliknya bupati di setiap pertemuan meminta ada sesi dialog dengan warga. Lalu dimana anti kritiknya.?

Arif juga menyampaikan, banyak pegawai yang mengeluh, karena banyaknya potongan dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tidak diterima penuh.

Justru, menurut Ichwan Amkas, saat ini pemerintah daerah menerapkan sistem tunjangan yang berbasis kinerja. TPP yang diterima pegawai tidak sama, sesuai laporan kinerja dan tingkat kehadirannya. Kalau pegawai itu malas dan tidak memiliki kinerja, maka TPP yang diterima juga sedikit.

Ini ada aturannya dalam penilaian dan pembobotan kinerja yang dikonversi menjadi nilai TPP.

“Saya rasa sistem ini justru membuat rasa keadilan bagi pegawai. Masa yang rajin dan pegawai malas sama nilai TPP-nya,” beber Ichwan Amkas.

Terakhir mengenai pernyataan Tomy Satria yang mengatakan, Bulukumba adalah milik seluruh masyarakatnya. Tidak boleh hanya dinikmati kelompok tertentu. Ini harus dihentikan.

Ichwan Amkas justru bertanya balik, apakah memang yang telah dilakukan TSY saat menjabat wakil bupati, sehingga menyoroti Bulukumba ini hanya dinikmati segelintir orang.

Contoh kecil, bertahun-tahun kota Bulukumba mengalami banjir, tapi apa yang dilakukan pemerintahan sebelumnya. Kenapa TSY tidak membantu bupati memikirkan solusinya, sehingga setiap tahun warga kota Bulukumba tidak kebanjiran.

Nanti di era Bupati Andi Utta masalah ini baru diperhatikan, itu karena Andi Utta peduli untuk kepentingan warga Bulukumba

Lalu TSY juga mengungkapkan, perekonomian Bulukumba saat ini hanya berputar di kalangan atas saja, sementara masyarakat menengah ke bawah semakin terpinggirkan.

Ichwan Amkas menanggapi, harus ditahu pertumbuhan ekonomi Bulukumba terus meningkat, dan sektor pertanian kehutanan dan perikanan yang menjadi mata pencaharian masyarakat kalangan bawah masih menjadi penyumbang terbesar dalam ekonomi daerah sebanyak 37,59 persen. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top