TRAGEDI maut aksi unjuk rasa tanggal 29 Agustus 2025 bertepatan dengan Hari Ulang Tahun DPRD Kota Makasar.
Aksi anarkis yang dilakukan sekelompok organg yang dengan lancangnya membawa atas nama suara rakyat melakukan pembakaran kantor, seperti Kantor DPRD Kota Makassa dan DPRD Provinsi Sulsel.
Juga tak luput pembakaran Pos Polisi bahkan aset milik swasta jadi korban keberingasan yang menelan korban jiwa materi yang hanya menyisahkan pilu, luka, dan duka seluruh masyarakat Kota Makassar, terkhusus pada keluarga korban.
Menurut analisa ini adalah sebuah grand desain terstruktur, sistematis, dan massif, sebuah gerakan politik yang terbungkus dengan isu nasional, seolah-olah aksi massif ini diarahkan ke satu titik tertentu yang menggunakan tangan orang lain.
Ini bukan gerakan spontan, tapi sebuah gerakan yang dirancang jauh hari sebelum aksi isu nasional disuarakan adik-adik mahasiswa, namun gerakan aksi damai yang dilakukan adik-adik mahasiswa itu, kemudian spontan dan sporadis disusupi kelompok gerakan politik yang targetnya ingin mendiskreditkan Wali Kota Makassar.
Analisa kami, ini ada upaya untuk melakukan makar terhadap pemimpin yang menjabat sekarang.
Alhamdulillah Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar dapat terselamatkan dari kobaran api yang melahap Kantor DPRD Kota Makasar.
Kami berharap APH (Aparat Penegak Hukum) segera menangkap dan mengadili otak intelektual di balik tragedi maut tersebut dan mengimbau seluruh masyarakat Kota Makasar agar tidak mudah terprovokasi sekelompok orang yang Ingin mengacaukan situasi Kota Makassar.
#JAGAI MAKASSARTA’
Muhammad Irzan Yasir
Eks Aktivis PB HMI