search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Transformasi Media Pembelajaran Dosen di Masa Pandemi Covid-19

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 01 Juli 2020 15:17
Andi Fadli.
Andi Fadli.

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pandemi telah menggeser cara orang bekerja, bersosialisasi, belajar, belanja, dan memanfaatkan media.

Serangan virus memaksa untuk menggunakan internet seperti tujuan awalnya, yaitu untuk saling terhubung, berbagi informasi positif dan sumber daya, lalu menghasilkan solusi kolektif untuk masalah mendesak.

Coronavirus atau Covid-19 telah memperkenalkan dengan hidup online dan tidak take for granted pertemuan tatap muka yang dulu terasa biasa.

Sesuai Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19), sistem pembelajaran dilaksanakan melalui perangkat Personal Computer (PC) atau laptop yang terhubung dengan koneksi jaringan internet.

Pendidik dapat melakukan pembelajaran bersama di waktu yang sama menggunakan grup di media sosial, seperti WhatsApp (WA), Telegram, Instagram, aplikasi Zoom ataupun media lainnya sebagai media pembelajaran.

“Dengan demikian, pendidik dapat memastikan peserta didik mengikuti pembelajaran dalam waktu bersamaan, meskipun di tempat yang berbeda. Pendidik pun dapat memberi tugas terukur sesuai dengan tujuan materi yang disampaikan kepada peserta didik,” kata Andi Fadli, salah seorang dosen di Fakultas Dakwah Komunikasi Univeritas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Rabu (1/7/2020).

Andi Fadli menjelaskan, berbagai aplikasi media pembelajaran pun sudah tersedia, baik pemerintah maupun swasta. Pemerintah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 9/2018 tentang Pemanfaatan Rumah Belajar. Pihak swasta pun menyuguhkan bimbingan belajar online, seperti ruang guru, Zenius, Klassku, Kahoot, dan lainnya.

“Masa pandemi Covid-19 ini, bisa dikatakan sebagai sebuah peluang dalam dunia pendidikan, baik pemanfaatan teknologi seiring dengan industri 4.0, maupun orangtua sebagai mentor,” jelasnya.

“Harapannya, pasca-pandemi Covid-19, kita menjadi terbiasa dengan sistem saat ini sebagai budaya pembelajaran dalam pendidikan,” tambahnya.

Guru atau dosen bukan satu-satunya tonggak penentu. Ini tantangan berat bagi guru, dosen, maupun orangtua. Tak sedikit orangtua pun mengeluhkan media pembelajaran jarak jauh melalui daring (internet) ini.

Transformasi media pembelajaran dan pola komunikasi guru/ dosen dimasa pandemi covid berubah drastis. Kendati beberapa dosen di universitas terkemuka dunia dan Indonesia, sudah melakukan sejak dua tahun terakhir.

”Jika sebelumnya, pola tatap muka langsung, empat bulan terakhir berubah lewat media sosial. Suka tidak suka harus dilakukan dan semua harus adaptasi,” ungkap mantan wartawan Trans TV ini.

Mantan Ketua Aliansi Jurnalis (AJI) Kota Makassar ini, tetap berharap pola komunikasi lewat media sosial ini bisa memberi dampak positif.

“Masih kurang maksimal, karena masyarakat kita belum sepenuhnya sadar, tahu, mengerti dan disipilin, tapi setidaknya model seperti ini akan berlangsung lama. Meski wabah ini selesai akhir tahun 2020,” kata mantan Komisioner Penyiaran ini. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top