search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pemerintah Perluas Cakupan Subsidi Upah Jadi 15,72 Juta Pekerja

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 12 Agustus 2020 10:30
Ida Fauziah. foto: istimewa
Ida Fauziah. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan akan memberikan bantuan subsidi upah bagi 15.725.232 pekerja atau buruh.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziah, menjelaskan, bantuan ini bertujuan untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan daya beli pekerja atau buruh selama masa pandemi Covid-19, sehingga dapat mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional.

”Bantuan subsidi upah ini merupakan program stimulus yang dikoordinasikan dan dibahas bersama Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Keuangan, dan BPJAMSOSTEK,” katanya.

Ida menjelaskan, cakupan program ini diperluas dari rencana semula 13.870.496 orang, menjadi 15.725.232 untuk menjangkau pekerja non-ASN di lembaga negara, instansi pemerintah, dan induk BUMN.

Total dana yang dibutuhkan pun mengalami kenaikan menjadi Rp37,7 triliun dari semula Rp33,1 triliun yang bersumber dari anggaran pemulihan ekonomi nasional.

Program bantuan subsidi upah ini, disasarkan kepada pekerja formal yang aktif dan terdaftar di BPJAMSOSTEK dengan upah dibawah Rp5 juta per bulan berdasarkan upah yang dilaporkan dan tercatat di BPJAMSOSTEK. Tidak termasuk di dalamnya ASN di lembaga negara, dan instansi pemerintah, serta pekerja di induk perusahaan BUMN.

“Persyaratan lainnya adalah WNI dengan rekening bank yang aktif; tidak termasuk dalam peserta penerima manfaat program kartu pra kerja; dan peserta yang membayar iuran sampai dengan bulan Juni 2020,” jelasnya.

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top