search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Djusman Desak Komisioner dan Dewas KPK Jawab Keraguan Publik

‘KPK Sudah Berubah’
doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 26 September 2020 14:00
Djusman AR. foto: istimewa
Djusman AR. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) Non Governmnet Organization (NGO) Sulawesi Djusman AR menilai, mundurnya Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah tentu menohok perhatian publik. Apalagi, Febri mundur dengan pernyataan ‘KPK Sudah Berubah’.

“Pernyataan saudara Febri itu, jelas menjadi teka-teka bagi publik. Bahwa terkait faktor revisi Undang-Undang (UU) KPK Nomor 19 Tahun 2019 dengan keberadaan Dewan Pengawas (Dewas) dan hal-hal lainnya yang substansial berkait mekanisme kerja, ya memang menjadi persoalan hingga sekarang,” kata Djusman, Sabtu (26/9/2020).

Djusman menegaskan, dirinya termasuk yang paling menolak revisi UU KPK Nomor 19/2019. “Saya termasuk yang menolak revisi tersebut. Bahkan, saya terlibat memimpin aksi di Makassar,” ujarnya.

Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar ini, juga mengatakan, yang lebih memantik perhatian publik adalah pengunduran diri Febri hampir bersamaan dengan penjatuhan sanksi tertulis kepada Ketua KPK Firli Bahuri dalam sidang etik.

Djusman menjelaskan, sepatutnya Pimpinan atau Komisioner KPK bersikap di hadapan publik, sebab sangat tidak strategis bila mendiamkan, terlepas dari buruk dan atau melemahnya KPK atas revisi Undang-Undangnya.

“Tentu kita tidak inginkan terbangunnya sikap pesimistis atau apriori dari masyarakat terhdp KPK, karena pada prinsipnya kita atau publik sangat menaruh harapan pada kinerja KPK dalam pemberantasan tindak pidana korupsi,” imbuhnya.

Djusman mengingatkan, berdasarkan Pasal 4 UU KPK, lembaga antirasuah itu, dibentuk dengan tujuan meningkatkan daya/hasil guna pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di negeri ini.

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top