search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pengakuan Karya Besar Lahir dari Luar

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 04 Oktober 2020 21:00
Andi Fadli. foto: doelbeckz/pluz.id
Andi Fadli. foto: doelbeckz/pluz.id

YANG menarik setiap lukisan Zam Kamil (Kak Zam) selalu ada dan keindahan manusia. “Itulah ciri khas beliau,’’ kata Hasbullah Mathar, Fotografer sekaligus dosen foto alumni Yogyakarta saat bersama saya menikmati deretan lukisan yang terpajang di galeri foto Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar, Sabtu 3 Oktober 2020.

Lukisan-lukisan, maaf jika menyebutnya maestro sarat dengan nilai dan maksa. Terpajang dengan rapi di galeri yang sejak kepemimpinan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dan Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, sudah memberikan tempat bagi para seniman pelukis Sulsel ini.

Untuk kali Zam Kamil, pelukis yang menghabiskan remaja dan sekolah di Yogyakarta ini, biasanya selalu menampilkan manusia dengan tubuh-tubuh indah dan seutuhnya. Namun, kali ini, ada nampak berbeda, dari sekian banyak lukisan Zam Kamil.

Pelukis senyum dan keederhanaan ini memilih tema dengan Butterfly Effect, dengan pemaknaan ‘Nelayan Menganggur dan Petani Tidur’.

Cerita pelukis kondang Zam, seakan ingin memperlihatkan kondisi kekininian yang terjadi di negeri tercinta ini. ‘Konon, bagi nelayan laut adalah anugerah , adalah sahabat yang selalu memberi, tidak pernah marah, dan biasanya laut hanya kadang marah karena pengaruh bulan, tetapi kini sudah berbeda. Bagi yang lain laut sekarang adalah musuh bahkan bisa menjadi lawan yang harus ditaklukkan. Sekarang laut marah karena banyak hal, misalnya sampah industri yang terus menerus menimpanya, karena eksploitasi tiada henti serta reklamasi secara terus menerus. Akhirnya nelayan pun malas melaut, karena laut marah dan laut menjadi ganas, ikan-ikan terkena polutan dan menghilang. Akibatnya menjadikan nelayan menganggur. Imbasnya, tak ada lauk-pauk di meja makan, protein untuk masyarakat terhambat petanipun terkena dampak menjadi kurang gizi, menjadi malas bekerja. Persawahan sebagian besar sudah terpepet perumahan dan tinggal petani tidur dan berkhayal. Menjual sawah satu-satunya untuk sekolah anak-anaknya yang beranjak dewasa agar meraih penghidupan yang lebih baik. Begitulah seterusnya, hingga sawah akan menghilang dari peradaban’.

Demikian sekilas Butterfly Effect bagi Zam Kamil dengan sarat makna. Kritik dan kepedulian terhadap semesta, ia tuangkan ke dalam sebuah karya seni. Bersama dengan pelukis kondang semisal Zainal Beta yang terkenal dengan lukisan tanah liatanya memaerkan sederet karya besar dengan penuh arti di galeri lukisan Anjungan Pantai Losari.

Bukan hanya Zam dan Zainal, ternyata pelukis-pelukis muda yang sekarang banyak menelorkan karya-karyawanya sering melakukan pameran di tempat ini.

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top