Reformasi birokrasi yang dilakukan oleh Danny berdampak pada pengelolaan keuangan daerah yang semakin bersih dan transparan. Hal itu diganjar dengan penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh BPK RI selama empat tahun berturut-tutut sejak 2016 hingga 2019.
Dengan demikian, sangat wajar jika sang incumbent itu tak memiliki persiapan khusus jelang debat kedua ini. Sebab menurut Danny, debat kedua adalah momentum yang akan dimanfaatkannya untuk menyegarkan kembali ingatan warga Kota Makassar terhadap bukti dan kerja nyata yang telah dilakukannya.

Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma). foto: istimewa
Bukti kerja nyata tersebut, kata Danny banyak terkikis seiring banyaknya isu-isu miring yang diembuskan oleh oknum tertentu. Padahal, katanya, isu itu diembuskan demi menutupi prestasi-prestasi yang sebelumnya telah diraih.
“Kita tidak ada persiapan khusus, karena konsep pertama kita adalah me-remind orang. Debat publik kedua ini adalah momentum untuk mengingatkan. Orang kadang-kadang cepat pelupa, kemudian memang ada yang sengaja melupakan itu dengan informasi-informasi yang justru tidak punya dasar fakta,” singkat Danny yang pernah dinobatkan Wali Kota Terbaik di Indonesia. (***)