search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Alumni Lintas Perguruan Tinggi di Makassar Ramai-ramai Dukung Danny-Fatma

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 26 November 2020 17:00
DEBAT PUBLIK. Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar nomor urut 1 Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) pada debat publik putaran kedua Pilwalkot Makassar 2020 di Jakarta, Selasa (24/11/2020) malam. foto: istimewa
DEBAT PUBLIK. Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar nomor urut 1 Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) pada debat publik putaran kedua Pilwalkot Makassar 2020 di Jakarta, Selasa (24/11/2020) malam. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Performa pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) di debat publik kedua Pilwalkot Makassar 2020 mengundang decak kagum berbagai elemen. Mulai dari akademisi, aktivis kepemudaan hingga lintas profesi lainnya.

Tak cuma menguasai panggung debat, pemaparan paslon nomor urut satu itu juga dinilai detail, terukur dan terarah. Tak keluar dari visi misi yang ada, bukti Danny-Fatma komitmen menjadikan ajang debat tersebut sebagai wadah untuk adu gagasan dan program. Bukan sekadar mengobral janji-janji dan omong kosong yang tidak tertuang dalam visi-misi.

Debat kedua ini, meyakinkan banyak pihak untuk menjatuhkan pilihan ke pasangan yang identik dengan akronim Adama tersebut. Termasuk kalangan pemuda atau generasi milenial, serta sejumlah alumni lintas perguruan tinggi di Makassar.

Zulkifli, misalnya. Alumni Universitas Negeri Makassar (UNM) itu, mengaku, telah mantap berada di barisan Danny-Fatma. Debat kedua dijadikannya momentum untuk memutuskan dukungannya di Tempat Pemungutan Suara (TPS), 9 Desember mendatang.

“Awalnya keputusan saya belum final. Tapi setelah menyaksikan penampilan pasangan Adama di debat kedua, saya semakin yakin untuk mendukung Danny-Fatma. Visi misinya itu terukur, jauh dari kesan bombastis. Keberhasilan Pak Danny periode lalu menjadi loncatan yang sangat baik untuk dilanjutkan ke depannya,” katanya, Kamis (26/11/2020).

Alumni Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), Solihin, menambahkan, Danny-Fatma berbicara sesuai bukti nyata. Tidak melenceng dari visi misi yang ada. Bukan piti kana-kanai atau visi-misinya ‘tiba masa, tiba akal’. Benar-benar terukur dan terencana.

“Ini menandakan bahwa pemaparan yang disampaikan itu bukan omong kosong. Debat adalah pemaparan dan adu gagasan, bukan ajang cari muka dan saling menjatuhkan,” ujarnya.

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top