search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Penyusup ‘Titipan’ Perekam Suara Danny Dilaporkan ke Polisi

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 06 Desember 2020 10:00
MELAPOR. Tim kuasa hukum pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) usai melapor di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel di Mapolda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan 16, Kota Makassar, Sabtu (5/12/2020) malam. foto: istimewa
MELAPOR. Tim kuasa hukum pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) usai melapor di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel di Mapolda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan 16, Kota Makassar, Sabtu (5/12/2020) malam. foto: istimewa

Sementara, Kuasa Hukum Danny lainnya, Taslim Suarman, mengatakan, terkait laporan pengacara Yusuf Gunco pada polisi, yang berusaha menyudutkan Danny, sebagai laporan yang mengada-ada, karena setiap orang berhak berbicara, berpikir, dan berpendapat di rumahnya sendiri. Hal ini dilindungi UU RI Nomor 9 Tahun 1998, UUD 1945, dan Deklarasi Universal HAM.

“Apa yang disampaikan Danny dalam obrolan di rumahnya dalam konteks percakapan pribadi terkait kondisi politik nasional, laporan Yusuf itu sumir dan mengada-ada,” ucap Taslim.

Sementara , Juru Bicara Danny-Fatma, Aloq Natsar Desi, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan rekaman yang sengaja disebarluaskan itu. “Kami menghimbau agar supaya masyarakat tidak terprovokasi dengan adu domba ini oleh oknum tertentu yang ingin melahirkan perpecahan dalam pesta demokrasi ini,” tegas Aloq.

Sebelumnya, diberitakan diduga kuat perekam suara itu, adalah penyusup yang sengaja diutus khusus kubu tertentu yang menjadi lawan politik Danny Pomanto.

Padahal, saat penyusup itu merekam secara diam-diam, Danny Pomanto hanya menyampaikan pernyataan dari salah satu elite nasional yang kini menjadi perbincangan publik.

Meski kubu rival Danny memanfaatkan untuk mengeksploitasi bahwa pasangan Fatmawati itu melakukan penghinaan, kebenaran akhirnya berpihak. Itu setelah tim pemenangan Adama (Danny-Fatma) melakukan penelusuran, kenapa sampai perbincangan yang bukan untuk dipublikasikan itu beredar melalui rekaman suara.

Hasil penelurusan, kuat dugaan salah satu anggota Laskar Merah Putih (LMP) adalah sosok yang merekam statement Danny. Setelah dicari tahu lebih lanjutnya, ternyata dia yang turut ikut dalam diskusi ini, adalah diduga eks karyawan Bosowa Grup. Sekadar informasi, Bosowa Grup adalah sponsor utama dari kubu pasangan nomor urut 2, Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman).

Rekaman yang beredar itupun adalah sebagian kecil dari bahasan diskusi yang kemudian diedit sedemikian rupa lalu disebarluaskan di dunia maya. Tim Appi-Rahman yang tersinggung dengan rekaman tersebut kemudian mengeksploitasi menjadi bahan serangan politik kepada Danny.

Perekaman dan peredarannya pun disinyalir sebagai pemufakatan jahat untuk memfitnah dan menyurutkan Danny dengan harapan Danny-Fatma kalah pada pertarungan Pilwalkot Makassar. (***)

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top