“Kami sudah lama mendambakan pemimpin perempuan. Pemimpin laki-laki tentu tidak mampu memahami secara utuh permasalahan kaum perempuan. Bu Fatma menjadi jawaban penantian warga. Sangat lengkap, karena berpasangan dengan Pak Danny yang sudah memberikan bukti,” kata Siti Aminah, tokoh perempuan Barombong saat Fatma melakukan kampanye beberapa waktu lalu.
Bagi Fatma, bertarung di kota dengan pemilih berkarakter heterogen membuat semua kandidat punya peluang yang sama. Baik laki-laki maupun perempuan, entah mereka yang memang berlatar belakang politisi atau dari profesi yang berbeda.
“Pilwalkot 2020 ini adalah ajang untuk adu gagasan dan program. Siapa yang mampu meyakinkan masyarakat maka dialah pemenangnya,” kata Fatma.
Fatma sendiri menyebut jika kemenangan duet yang identik dengan tagline Adama itu, adalah kemenangan seluruh warga Kota Makassar. Jabatan itu adalah amanah yang mesti dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya.
“Hasil ini tentu kami sambut dan syukuri dengan rasa bahagia dan penuh suka cita. Menjadi mandat rakyat yang harus kami pertanggungjawabkan dan jalankan sesuai komitmen yang tertuang di visi-misi kami,” demikian Fatma di akun Instagram dan Facebook-nya.
Danny dan Fatma kini sisa menunggu hasil penghitungan suara KPU Makassar. Berdasarkan tahapan, rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat kota dijadwalkan pada 13-17 Desember 2020.
Bila tak ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), Danny-Fatma sisa menunggu penetapan dari KPU Makassar sebagai pasangan terpilih di Pilkada Makassar dan menunggu jadwal pelantikan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar selama lima tahun ke depan. (***)