search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Tim Bantuan Medis Berhasil Operasi Perdana Bedah Tulang Belakang Korban Gempa Sulbar

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 20 Januari 2021 11:00
OPERASI. Tim bantuan medis melakukan operasi bedah tulang belakang (spine) pertama dalam penanganan korban bencana gempa bumi Sulbar di kamar operasi Rumah Sakit (RS) Regional Provinsi Sulbar di Mamuju, Selasa (19/1/2021). foto: istimewa
OPERASI. Tim bantuan medis melakukan operasi bedah tulang belakang (spine) pertama dalam penanganan korban bencana gempa bumi Sulbar di kamar operasi Rumah Sakit (RS) Regional Provinsi Sulbar di Mamuju, Selasa (19/1/2021). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAMUJU – Tim bantuan medis dari Sulsel untuk penanganan korban pasca gempa magnitudo 6,2 yang terjadi pada Jumat (15/1/2021), pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat di Provinsi Sulbar terus intens melakukan penanganan medis.

Terkini, tim bantuan medis ini, telah melakukan operasi bedah tulang belakang (spine) pertama dalam penanganan korban bencana gempa bumi Sulbar yang dilaksanakan Prof Dr dr Idrus A Paturusi SpB SpOT (K) Spine, Dr dr Karya Triko Biakto SpOT (K) Spine MARS, dan dr Jainal Arifin MKes SpOT (K) Spine. Turut pula membantu tim bantuan medis dr Helmiyadi Kuswardhana MKes SpOT FICS.

“Alhamdulillah, pada hari keempat pasca gempa Sulbar telah dilaksanakan operasi bedah tulang belakang (spine) pertama dalam penanganan korban bencana gempa bumi di kamar operasi Rumah Sakit (RS) Regional Provinsi Sulbar di Mamuju, Selasa (19/1/2021),” ujar Prof Idrus Paturusi, Rabu (20/1/2021).

Mantan Rektor Unhas ini, mengakui, dalam melakukan penanganan medis terkenda bekerja di tengah pandemi Covid-19, sehingga tim harus berhati-hati.

“Kita akan terus berupaya memberikan pertolongan dan penanganan medis. Belum tahu sampai kapan, karena masih banyak kasus yang akan dioperasi,” katanya.

PIMPIN OPERASI. Ketua Tim Bantuan Medis, Prof Dr dr Idrus A Paturusi SpB SpOT (K) Spine (tengah), bersama tim turun langsung melakukan operasi kepada korban bencana gempa bumi Sulbar. foto: istimewa

Sementara, Direktur RS Regional Provinsi Sulsel, dr Indahwati Nursyamsi, mengatakan, pihaknya terus memberikan penanganan medis kepada korban selamat yang mengalami luka-luka.

“Insya Allah, kami di RS bersama tim bantuan medis akan bahu membahu memberikan penanganan maksimal kepada korban bencana yang mengalami luka-luka,” ujarnya.

Diketahui Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa M 6,2 di Majene, Provinsi Sulbar, terjadi pukul 02.28 WITA, Jumat (15/1/2021).

Sementara, berdasarkan keterangan SAR Mission Coordinator (SMC) Basarnas Sulbar, Saidar Rahmanjaya, sampai dengan Selasa (19/1/2021) total 90 korban meninggal dunia berhasil dievakuasi setelah gempa magnitudo 6,2 yang terjadi Jumat (15/1/2021), pukul 02.28 waktu setempat menghantam Sulbar.

Adapun data berdasarkan laporan Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB, yang diperbarui per 18 Januari 2021 pukul 20.00 WIB untuk korban luka di Kabupaten Majene, yaitu 64 orang luka berat dan 4.421 orang mengungsi.

Kemudian di Kabupaten Mamuju sebanyak 189 orang luka berat dan 15.014 orang mengungsi.

Selanjutnya, terdapat pelayanan kedaruratan pada tiga rumah sakit yang saat ini aktif di Kabupaten Mamuju, yaitu RS Bhayangkara, RS Regional Provinsi Sulbar, dan RSUD Kabupaten Mamuju. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top