search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Dandim Sebut Penghianatan, Djusman AR: Terjadi Perbuatan Melawan Hukum!

Kasus Dugaan Pemalsuan Suket Covid-19 di Soppeng
doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 27 Maret 2021 21:00
Letkol Infantri Richard Maribot Butarbutar-Djusman AR. foto: istimewa
Letkol Infantri Richard Maribot Butarbutar-Djusman AR. foto: istimewa

PLUZ.ID, SOPPENG – Kasus dugaan pemalsuan Surat Keterangan (Suket) Covid-19 yang diduga melibatkan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Latemmamala Kabupaten Soppeng, dr Nirwana, terus menuai kecaman.

Tidak hanya dari warga sipil, pejabat militer pun mengecam. Sementara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Soppeng merespon dengan menurunkan Inspektorat.

Dandim 1423 Soppeng, Letkol Infantri Richard Maribot Butarbutar, sangat kecewa dan marah besar dengan tindakan tersebut.

Dandim selaku Ketua Satgas Covid-19 Soppeng pun mengaku, telah memanggil dr Nirwana (Direktur RSUD Latemmamala Kabupaten Soppeng) dan menanyakan langsung terkait informasi dugaan pemalsuan suket Covid-19 yang viral di tanah air itu.

“Saat itu saya memanggil dr Nirwana dan mengklarifikasi. Dan ia (dr Nirwana) mengakui hal itu dan meminta maaf. Saya merasa sangat kecewa. Dan di dalam jiwa sebagai seorang kesatria TNI tak kuasa rasanya menahan amarah. Karena ini adalah persoalan negara yang menyangkut keselamatan masyarakat,” kata Dandim usai launching tagline Aku Sahabat Rakyat Kodam XIV Hasanuddin, Sabtu (27/3/2021).

Kekesalan Dandim karena ia merasa, semua dalam Satgas Covid-19 bersama masyarakat telah bekerja melawan Covid-19 tanpa kenal lelah, namun ada pihak dengan motif tertentu memanfaatkan situasi.

“Kita sudah bekerja di lapangan tanpa mengenal lelah, kok tiba-tiba ada masalah seperti ini. Terlalu berani memberikan surat keterangan Covid-19 tanpa melalui tes uji lab,” katanya.

Dandim pun menyebut tindakan itu adalah sebuah penghianatan. “Sebagai ketua Satgas Covid-19 bagi saya ini adalah sebuah penghianatan,” tegasnya.

Dandim mengatakan, dirinya saja selama enam bulan terakhir tidak pernah keluar daerah mengingat masa pandemi ini. “Saya ini mau ke mana saja bisa, namun tidak serta merta mau keluar daerah tanpa Surat Keterangan Bebas Covid-19 yang melalui uji lab. Tapi selama enam bulan ini saya memilih tidak kemana mana demi menjaga keselamatan rakyat dari Covid-19” ungkapnya.

Sementara, Polres Soppeng telah memeriksa beberapa saksi, diantaranya adalah dr Mustaqim dan pihak RSUD Latemmamala. “Kita sudah memanggil beberapa saksi pihak-pihak yang terkait atas kasus ini,” ungkap AKP Amri, Kasat Reskrim Polres Soppeng.

Sebelumnya, Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar, Djusman AR, yang juga dikenal sebagai Putra Soppeng meminta kepada pihak Kepolisian agar mengusut tuntas kasus itu secara benar, adil, dan transparan.

“Jangan kecewakan masyarakat Soppeng yang disuruh tingggal di rumah dan sering diangkut pakai truk di kala kedapatan ‘nongkrong’ di warung kopi. Penyidik Polres Soppeng harus bekerja profesional, apalagi kasus ini menjadi sorotan nasional yang bisa merusak citra Soppeng,” tegas Djusman.

Penyataan Dandim 1423 Soppeng selaku Ketua Satgas Covid 19, yang menyebut tindakan itu sebagai penghianatan juga ditanggapi Djusman.

“Pernyataan ‘penghianatan’ itu artinya turut membenarkan telah terjadi peristiwa hukum dalam bentuk pemalsuan suket Covid-19, saya support itu, benar-benar kesatria. Malah saya mau bilang harusnya si penghianat itu yang digelandang ke taman kalong setelah proses hukumnya berkekuatan tetap. Top deh TNI, dari rakyat untuk Rakyat,” kata Djusman.

Sebelumnya, Wakil Bupati Soppeng, Lutfi Halide, mengatakan, dari sisi pemerintahan Inspektorat sedang melakukan pemeriksaan. Hasilnya akan disampaikan paling lambat sepekan.

Respon pemkab dan kecaman dari berbagai kalangan termasuk Ketua Satgas Covid-19 Letkol Infantri Richard Maribot Butarbutar muncul setelah berita pengakuan seorang staf labaoratorium yang merinci koronologi pemalsuan suket Covid-19 di RSUD Latemmamala Soppeng tersiar ke publik. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top