search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Perda Kepemudaan untuk Melahirkan Pemuda yang Beriman, Berkreasi, dan Berakhlak

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 19 September 2021 15:00
Budi Hastuti. foto: istimewa
Budi Hastuti. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pemuda merupakan aset suatu bangsa. Indonesia bahkan dianggap mendapat bonus demografi di 2045, dimana menjadi salah satu negara memiliki pemuda terbanyak di dunia.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kota Makassar, Budi Hastuti, saat menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar nomor 6 tahun 2019 tentang Kepemudaan di Hotel Pesonna Makassar, Minggu (19/9/2021).

Budi Hastuti mengatakan, Perda tentang Kepemudaan merupakan inisiasi DPRD. Tujuannya, untuk melahirkan pemuda yang beriman, berkreasi, dan berakhlak.

“Jadi tujuan perda ini, pemerintah ingin membentuk pemuda yang tangguh dengan katakteristik religius, berkreasi atau berinovasi,” jelas Budi Hastuti.

Apalagi, kata politisi Gerindra ini, Indonesia mendapat bonus melimpah terkait anak muda. Sehingga, tak hanya pemerintah saja tapi juga keluarga diharapkan mampu berkontribusi dengan membentuk anaknya menjadi pemuda berkualitas.

“Orang tua inilah yang menjadi dasar atau contoh membentuk anak muda. Sebab, kita ketahui anak muda ini generasi pelanjut dari pemimpin kita,” jelasnya.

Menurutnya, pemerintah harus melakukan persiapan sejak dini anak muda. Mereka ini merupakan generasi yang akan memimpin negeri ini, sehingga sangat penting regulasi ini disebarluaskan.

“Saya berharap, pemuda tetap tertib dan bisa berperan demi kemajuan negara,” ujarnya.

Sementara, Narasumber Kegiatan, Azhar, menyampaikan, Perda Kepemudaan merupakan turunan dari Undang-Undang tahun 2009. Tak banyak pemerintah daerah di Indonesia menindaklanjuti undang-undang ini.

“Berdasarkan regulasi, pemuda itu berbagai hal yang berkaitan dengan potensi, tanggungjawab hingga aktualisasi. Siapa itu pemuda, warga Indonesia yang berusian 16-30 tahun,” katanya.

Azhar menambahkan, pemuda memiliki klasifikasi mulai generasi tua atau biasa disebut generasi X. Lalu, generasi milenial atau generasi Z.

“Generasi X ini mereka yang lahir diatas tahun 1946. Sebagian besar, mereka cerdas namun anti kritik,” papar Azhar.

Sementara, sambung Azhar, generasi Z, yakni mereka lahir di tahun 90-an dan dianggap memiliki kreativitas. Hanya saja, mereka di kategori ini terkesan malas dan baperan.

“Generasi Z mereka lebih banyak bermain gadget karena memang zamannya. Cuman, mereka ini harus diberi perhatian dan diarahkan sebab mereka ini calon pemimpin,” tegasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top