search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Saharuddin Sosialisasi Perda Pelestarian dan Pemajuan Kebudayaan Tak Benda di Enrekang

doelbeckz - Pluz.id Senin, 20 September 2021 11:00
Saharuddin. foto: istimewa
Saharuddin. foto: istimewa

PLUZ.ID, ENREKANG – Anggota DPRD Provinsi Sulsel, Saharuddin, melakukan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sulsel No 3 Tahun 2020 tentang Pelestarian dan Pemajuan Kebudayaan Tak Benda di dua lokasi berbeda di Kabupaten Enrekang.

Sosialisasi ini berlangsung di Desa Rampunan, Kecamatan Masalle, Sabtu (18/9/2021) dan Desa Buntu Pema, Kecamatan Curio, Minggu (19/9/2021).

Dalam dua kesempatan tatap muka dengan masyarakat ini, Aji Saka, sapaan akrab Saharuddin, mengatakan, di Kabupaten Enrekang kaya akan budaya dan produk khas, seperti Pulu Mandoti atau beras ketan merah yang menjadi kebanggaan daerah yang telah terdaftar sebagai warisan budaya tak benda.

“Selanjutnya, kita akan terus mengupayakan produk khas Enrekang lainnya, seperti Dangke yang terbuat dari olahan susu sapi, Deppa Tetekan yang sudah menjadi kue khas dan jajanan wisatawan, serta beberapa warisan budaya lainnya untuk didaftarkan jadi warisan budaya tak benda,” ungkapnya.

Legislator PPP ini, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintan Kabupaten (Pemkab) Enrekang dalam hal ini perwakilan dari dua kecamatan sebagai titik kegiataan, Kepala Desa Rampunan juga kepala Desa Buntu Pema serta tokoh agama, pemuda, perempuan, dan seluruh perwakilan masyarakat desa yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Besar harapan perda ini dapat dipahami masyarakat mengingat perda ini, mengatur tentang Pelestarian Budaya Tak Benda,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Nurdin selaku yang mewakili Camat Masalle mengatakan, pada intinya pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Nomor 3 tahun 2020 tentang Pelestarian dan Kebudayaan Tak Benda perlu didukung bersama sebagai bagian dari menjaga identitas daerah khususnya Enrekang.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Buntu Pema. Menurutnya, pelestarian budaya menjadi tanggung jawab bersama bukan hanya pemerintah.

“Apresiasi kami atas kehadiran perwakilan kita di DPRD Provinsi Sulsel, terkhusus Pak Saharuddin yang telah memilih desa kami sebagai lokasi kegiatan untuk melakukan sosialisasi sekaligus menerimah aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Turut Hadir Hasruddin Nur, mahasiswa Program Doktor UNM, sebagai penggagas perda ini. Menurutnya, tujuan dari perda ini untuk menjaga warisan budaya tak benda yang ada di Provinsi Sulsel agar tetap bisa dilestarikan dan terjaga supaya tidak diklaim negera lain

Kegiatan ini terlaksana dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan secara ketat. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top