search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Penyandang Disabilitas Sujud Syukur Terima E-KTP dari Gubernur Sulsel

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 31 Juli 2022 10:31
SUJUD SYUKUR. Seorang penyandang disabilitas sujud syukur usai menerima Kartu Tanda Penduduk Eletronik (e-KTP) dari Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman di Baruga Karaeng Pattingaloang, Jumat (29/7/2022). foto: istimewa
SUJUD SYUKUR. Seorang penyandang disabilitas sujud syukur usai menerima Kartu Tanda Penduduk Eletronik (e-KTP) dari Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman di Baruga Karaeng Pattingaloang, Jumat (29/7/2022). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyerahkan Kartu Tanda Penduduk Eletronik (e-KTP) dan Kartu Identitas Anak (KIA) kepada penyandang disabilitas. Mereka yang menerima ada yang langsung mengekspresikan dengan sujud syukur.

Penyerahan tersebut dilakukan kegiatan Pencanangan Gerakan Bersama Pelayanan Administrasi Kependudukan bagi Penyandang Disabilitas Melalui Pendataan, Perekaman, dan Penerbitan Dokumen Kependudukan (Biodata, e-KTP, KIA, dan Akte Kelahiran) se-Sulawesi yang juga dihadiri Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Prof Zudan Arief Fakhrullah di Baruga Karaeng Pattingaloang, Jumat (29/7/2022).

Pada kegiatan ini, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Sulsel menghadirkan layanan pendataan, perekaman, dan penerbitan dokumen langsung bagi para penyandang disabilitas. Andi Sudirman menyempatkan diri berinteraksi langsung.

“Ini sudah melakukan perekaman data dek? Ini senang ngak nanti punya kartu tanda penduduk, selamat ya!,” kata Andi Sudirman.

“Senang Pak, umur saya 19 dan mau punya KTP,” sahut Ayu SMA Negeri 1 Makassar.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Sulsel, Sukarniaty Kondolele, menyebutkan, jumlah penyandang disabilitas yang saat ini tersinkronisasi di Sulsel 32.443 jiwa. Dan SLB sebanyak 90 dengan jumlah siswa 4.109 orang.

“Kita berusaha memenuhi hak dari penyandang disabilitas dalam pelayanan dokumen kependudukan. Sehingga dapat menerima pelayanan publik, perlindungan hukum dan menyalurkan hak pilihnya,” sebut Sukarniaty.

Pada cara tersebut, Staf Khusus Presiden RI, Angkie Yudistia, menyampaikan, Sulsel daerah sepuluh besar dengan populasi penyandang disablitas terbesar di seluruh Indonesia.

Pemerintah pusat memastikan inovasi dan transformasi program yang menjamin inklusivitas disablitas dapat terwujud dan bisa berjalan dan disiapkan dengan baik oleh pemerintah daerah. Berkaitan dengan itu, maka pendataan dan perencanaan inklusif bagi penyandang disabilitas dilakukan. Serta pentingnya ragam pendataan kaum difabel.

Ia minta penyandang disabilitas tidak malu mencantumkan ragam disabilitas di biodatanya. Karena ini akan membantu pemerintah dalam mewujudkan program jangka panjang.

“Saya penyandang disablitas, saya menggunakan alat bantu (pendengaran), karena saya disabilitas,” sebutnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top