search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Rudianto Lallo: Berkat Gerakan Aldera dan Pius Lustrilanang Semua Bisa Jadi Pemimpin

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 11 November 2022 22:44
Rudianto Lallo. foto: istimewa
Rudianto Lallo. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Yayasan Anak Rakyat Indonesia (YARI) bersama Ikatan Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin (Unhas) Kota Makassar menggelar bedah buku yang berjudul Aldera, Potret Gerakan Politik Kaum Muda 1993-1999.

Kegiatan bedah buku yang dilaksanakan di Hotel Claro Makassar, Jumat (11/11/2022) turut dihadiri sejumlah kepala daerah, diantaranya Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan dan Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa. Selain itu, juga hadir Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulsel Ni’matullah dan mantan Pejabat Wali Kota Makassar Prof Yusran Yusuf.

Bedah buku yang membahas gerakan era reformasi yang dilakukan pemuda dan mahasiswa yang menjatuhkan rezim Presiden Soeharto pada 21 April 2022 semakin lengkap dengan hadirnya aktivis 98 Kota Makassar, diantaranya Attock Suharto, Anno Suparno, Syawaluddin Arif, dan lainnya.

Sementara, pembedah hadir, yakni Wakil Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Asnawi, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis, Wakil Rektor III Universitas Hasanuddin Prof Amran Razak (Era 98), dan aktivis 1998 Makassar Akbar Endra.

Ketua Panitia Bedah Buku Aldera, Rudianto Lallo, mengatakan, kemerdekaan yang dirasakan hari ini oleh masyarakat adalah berkat perjuangan aktivis 1998.

BEDAH BUKU. Ketua DPRD Kota Makassar Rudianto Lallo bersama Anggota BPK RI Pius Lustrilanang memperlihatkan buku Aldera, Potret Gerakan Politik Kaum Muda 1993-1999 saat bedah buku di Hotel Claro Makassar, Jumat (11/11/2022). foto: istimewa

“Kebebasan yang kita rasakan hari ini buah perjuangan dari aktivis 1998, salah satunya yang dimotori mantan Sekretaris Jenderal (Sekjend) Aliansi Demokrasi Rakyat (Aldera), Bang Pius Lustrilanang,” kata Ketua DPRD Kota Makassar ini.

Rudianto Lallo menambahkan, dengan suksesnya gerakan senior-senior Aldera, maka siapa saja masyarakat Indonesia dapat menikmati kebebasan seperti yang dirasakan saat ini. Termasuk bisanya anak rakyat menjadi bagian penting dari struktur pemerintahan.

“Sekarang anak rakyat juga bisa menjadi pemimpin, semua tak lepas dari perjuangan aktivis era reformasi atau 98,” ujar Anak Rakyat, sapaan khas Rudianto Lallo.

Sementara, Pius Lustrilanang, mengatakan, pergerakan Aldera pada masa 1993-1999 untuk mengubah tatanam negara ini.

“Syarat bergabung menjadi bagian dari Aldera siap mempertaruhkan nyawa,” ujar Pius yang juga anggota BPK RI.

Pius menegaskan, jika gerakan dalam membangun bangsa ini, tidak akan pernah berhenti.

Ia juga turut menolak perubahan konstitusi, diantaranya perpanjangan masa jabatan presiden atau adanya penambahan menjadi tiga periode. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top