Lalu muncul pula, Andi Patarai Amir, Ketua DPRD Maros yang juga Ketua Tim Pemenangan Tahfidz (Andi Tajerimin-Havid S Fasha), Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 1. Mereka duduk semeja. Hal yang sama sekali tak menunjukkan di kubu mana mereka pada pilkada kali ini.
Tidak ada obrolan politik. Semua fokus pada makanan yang tersaji. “Pantas namanya Coto Rampa. Rempahnya memang beda, mirip-mirip bumbu Aceh rasanya,” tutur Chaidir.
“Ini baru coto. Kuahnya khas, dagingnya empuk. Aromanya juga wangi sekali,” timpal Patarai.
Tak lama berselang, tiba pula Muzayyin Arif, Ketua Tim Pemenangan Maros Unggul (Andi Harmil Mattotorang-Andi Ilham Nadjamuddin), paslon nomor urut 3.
“Sayang rasanya melewatkan grand opening. Saya langganan coto ini sejak bernama Makan!,” ucap Muzayyin yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel itu.
Sementara, Andi Tajerimin, calon bupati nomor urut 1 datang jelang sore. “Wah, luar biasa rasanya. Kita akhirnya punya tempat untuk sarapan sebelum ke lokasi-lokasi kampanye nantinya,” ucapnya.
Coto Rampa buka pagi sampai malam. Namun pada hari perdana ini, pintu sudah ditutup pukul 16.00. Sold out. Habis tak tersisa. “Semoga cocok dengan lidah pelanggan di Maros,” imbuh Ulla. (***)