search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

BNN Sulsel Berhasil Sita 4.623 Butir Extacy

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 18 Desember 2020 11:00
BARANG BUKTI. Kepala BNN Provinsi Sulsel, Brigjen Pol Ghiri Prawijaya (tengah), memperlihatkan sejumlah barang bukti narkoba yang berhasip disita pada Press Release Akhir Tahun 2020 di Kantor BNN Provinsi Sulsel, Jumat (18/12/2020). foto: istimewa
BARANG BUKTI. Kepala BNN Provinsi Sulsel, Brigjen Pol Ghiri Prawijaya (tengah), memperlihatkan sejumlah barang bukti narkoba yang berhasip disita pada Press Release Akhir Tahun 2020 di Kantor BNN Provinsi Sulsel, Jumat (18/12/2020). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Sepanjang 2020 Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulsel berhasil mengungkap sejumlah kasus penyalahgunaan narkotika. Juga ada ribuan barang bukti yang berhasil disita.

Kepala BNN Provinsi Sulsel, Brigjen Pol Ghiri Prawijaya, melalui keterangan resminya, Jumat (18/12/2020), mengungkapkan, kinerja jajarannya dalam setahun ini.

Dari jumlah kasus yang diungkap, BNNP Sulsel sedikitnya telah menyita 4.623 butir pil extacy. Berikut barang bukti lainnya, seperti 1.973 gram sabu-sabu, 282 gram ganja, dan 524 gram narkotika jenis sintetis.

“Disamping pengungkapan tersebut, juga telah ditemukan New Psychoactive Substances (NPS) yang beredar di wilayah Provinsi Sulsel yang mengandung 4-Fluoro-MDMB-Butinaca yang merupakan golongan Syntethic Cannabinoid,” ungkap polisi berpangkat satu bintang itu, Jumat (18/12/2020).

Brigjen Pol Ghiri menambahkan, selain upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika pihaknya juga melaksanakan beberapa kegiatan lainnya. Misalnya, membuat layanan asesmen medis pada klinik BNNP Sulsel. Ada sebanyak 233 klien yang terfasilitasi di sepanjang tahun 2020 ini.

Selain itu, BNNP Sulsel pun melaksanakan layanan rehabilitasi rawat jalan di klinik Adi Pradana BNNP Sulsel. Ada sebanyak 152 klien.

“Ada juga layanan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN) gratis sebanyak 292 orang. Lalu layanan Pascarehabilitasi sebanyak 85 klien. Kemudian ada 45 klien yang dirujuk dari klinik Adi Pradana BNNP Sulsel ke Balai Rehabilitasi BNN Baddoka Makassar. Ke lembaga komponen masyarakat yang bermitra dengan BNNP Sulsel sebanyak 40 klien,” katanya.

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top